Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Black Hornet : Drone Sakti Militer AS

 

Black Hornet : Drone Sakti Militer AS
Black Hornet PRS/flir.asia

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

U.S Army atau Angkatan Darat Amerika Serikat sedang melengkapi pasukannya dengan drone genggam yang diklaim dapat membantu tentara untuk melihat situasi yang tidak dapat dilihat oleh pasukan tersebut. Drone ini akan dikerahkan bersama dengan pasukan infanteri dan unit lainnya seperti pasukan pengintai untuk mengumpulkan informasi tentang keberadaan musuh sambil tetap bersembunyi.

Awal perkembangan drone ini dilakukan oleh Prox Dynamics dari Norwegia, drone Black Hornet ini dirancang untuk menjadi drone genggam yang sangat praktis layaknya burung yang dapat melakukan pengawasan dengan cepat di medan tempur. Selanjutnya Prox Dynamics dibeli FLIRY Systems yang bermarkas di AS, yang kemudian melakukan update pada drone ini dengan menyematkan teknologi Infrared Night Vision yang dibarengi dengan durasi terbang selama 25 menit.

Drone Black Hornet dapat terbang dengan cepat untuk menemukan posisi musuh yang mungkin berada di balik jendela bangungan atau dibalik semak belukar, bahkan dapat mendeteksi jebakan yang dipasang musuh. Pada mode tempur, Black Hornet dapat mencari rute yang aman untuk dilalui pasukan untuk melakukan penyergapan. 

Black Hornet : Drone Sakti Militer AS
Drone Controller/flir.asia

Menurut Angkatan Darat AS, setiap paket Black Hornet mencakup Sistem Kontrol darat dengan pengontrol genggam dan layar monitor untuk berkomunikas dengan sistem drone, serta 2 buah drone yang digunakan untuk waktu siang dan malam dalam mendukung misi pengintaian yang telah direncanakan sebelumnya.

Black Hornet adalah bagian dari kontrak yang diumumkan pada bulan Februari oleh U.S. Army’s Program Executive Office Soldier office dan dibeli dibawah kontrak Angkatan Darat AS dengan FLIR Systems seharga USD 40 Juta. Drone pertama yang diterima akan digunakan untuk pasukan terjun payung dari Tim Tempur Brigade ke-3, Divisi Lintas Udara 82

Nathan Heslink sebagai Asisten Manajer Program PEO Soldier mengatakan ini adalah awal dari era pasukan yang akan memiliki visi diluar jangkauan pandangan mereka.

Source : flir & popularmechanics

Arieframasena
Arieframasena Seorang Amatir yang suka berkeliling di CyberSpace

Posting Komentar untuk "Black Hornet : Drone Sakti Militer AS "